Peran
Indonesia Perkuat ASEAN
Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono mengatakan, peran Indonesia, yang tahun ini menjabat sebagai Ketua
ASEAN, telah memberi bobot pada organisasi kawasan negara-negara di Asia
Tenggara. Hal ini terkait dalam upaya memastikan kesiapan negara-negara anggota
bagi terwujudnya Komunitas ASEAN 2015.
"Sebagai Ketua ASEAN, kita aktif mendorong pelibatan
masyarakat dalam kegiatan-kegiatan ASEAN serta peningkatan people to
people contact di antara masyarakat negara-negara anggota ASEAN.
Semuanya itu kita lakukan, untuk memastikan bahwa kerja sama ASEAN dapat
membawa manfaat bagi seluruh masyarakatnya," kata Presiden ketika
menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI
di depan sidang bersama DPD RI dan DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Turut hadir dalam sidang tersebut Wakil Presiden Boediono,
jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, pimpinan lembaga tinggi negara,
dan lainnya.
Kepala Negara mengatakan, Indonesia juga ingin memastikan
terkonsolidasinya satu tatanan kawasan baru melalui bingkai East Asia Summit.
Pada tahun 2011, selain 16 negara yang telah tergabung di dalam East Asia
Summit, akan pula bergabung untuk pertama kalinya Amerika Serikat dan Rusia—dua
negara yang secara tradisional memiliki peran penting di kawasan Asia Timur.
Di dunia internasional, sambung Presiden, Indonesia tetap
berkiprah di berbagai organisasi utama internasional. Di G-20. Indonesia
mengoptimalkan kerja sama untuk mendukung perbaikan ekonomi global dan
peningkatan pembangunan ekonomi dalam negeri. Indonesia juga, kata Presiden,
ingin mewujudkan cita-cita menjadi emerging economy sepuluh
tahun mendatang, dengan pendapatan perkapita dan dengan nilai perekonomian yang
jauh lebih tinggi.
"Kita juga ingin memastikan peran kita di forum ini
bersinergi dengan pencapaian cita-cita reformasi di dalam negeri, menciptakan
pemerintahan yang bersih yang memerangi korupsi, dan terwujudnya
prinsip-prinsip good governance. Untuk itulah, kita banyak
mengambil prakarsa dan berpartisipasi aktif pada kelompok kerja keuangan,
kelompok kerja pembangunan, dan kelompok kerja anti-korupsi di G-20," kata
Presiden.
Ditambahkan, bersama negara-negara anggota G- 20 lainnya,
Indonesia turut menyusun strategi dalam mengatasi dan mengantisipasi krisis
global yang mungkin terjadi. Indonesia berperan aktif untuk memberikan
sumbangan pemikiran dalam penentuan tatakelola global, dan pemecahan
permasalahan global yang berdampak pada negara-negara berkembang, utamanya
keamanan pangan, energi, dan air bersih.
Langkah-langkah ini, menurut Presiden, sejalan dengan kiprah
terdepan Indonesia, dalam memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang
di berbagai forum internasional. Indonesia bersama dengan negara-negara
sehaluan, terus menyuarakan arti penting reformasi tatakelola kepemerintahan
global termasuk PBB agar lebih berkeadilan dan merefleksikan realitas
internasional dewasa ini.
"Dalam kerangka ekonomi, kita meyakini bahwa reformasi
sistem moneter internasional dapat membantu tercapainya pertumbuhan ekonomi
global yang kuat, seimbang, dan berkelanjutan," kata Presiden.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar